Tips Membuat Brosur

  • Whatsapp
Brosur

Jika anda berencana membuat brosur penjualan di printerous maupun selebaran untuk menghidupkan bisnis atau mengumumkan produk atau layanan baru, anda mungkin bertanya-tanya apa yang dapat anda lakukan untuk memastikan respons yang baik. Lagi pula, membuat dan mengirimkan brosur penjualan merupakan pengeluaran yang signifikan. Dan, biaya bukan satu-satunya hal yang perlu anda khawatirkan. Setiap literatur yang anda kirimkan atau bagikan meninggalkan kesan pada prospek anda. Tinggalkan kesan yang salah, dan anda berisiko kehilangan penjualan dan mengasingkan pelanggan. Berikut adalah beberapa tips yang telah kami rangkum untuk mencetak brosur secara konvensional maupun cetak brosur online.

  1. Pahami Pelanggan Anda
    Sebelum anda menghabiskan waktu mendesain atau menulis brosur, pastikan anda memahami pelanggan anda. Mengapa mereka ingin membeli produk Anda? Apa hal terpenting yang bisa dilakukan untuk mereka? Apa masalah terpenting yang dapat dipecahkan oleh produk atau layanan anda? Jika anda tidak tahu jawaban atas pertanyaan seperti ini, tanyakan. Bicaralah dengan tenaga penjualan anda. Bicaralah dengan pelanggan. Gunakan jawaban mereka untuk membantu memutuskan manfaat mana yang akan ditayangkan pada brosur anda.
  2. Jangan Memasang Gambar Bangunan Anda di Sampul Brosur Penjualan
    Tentu, anda bangga dengan bangunan dan cara perusahaan berkembang. Tetapi pelanggan anda benar-benar tidak peduli seberapa bangga anda pada perusahaan anda, atau seberapa besar bangunan anda. Anda perlu merancang brosur anda untuk menunjukkan apa yang ingin diketahui pelanggan, dan apakah produk anda memenuhi kebutuhan mereka atau tidak. Jangan buang ruang yang harusnua anda gunakan untuk menjual produk dan meyakinkan pelanggan untuk membeli sekarang.
  3. Gunakan Gambar Yang Penting Bagi Pelanggan Anda
    Pelanggan Anda akan ingin melihat produk yang anda jual atau gambar dari hasil yang akan mereka dapatkan atau perasaan yang akan mereka rasakan jika mereka menggunakan produk atau layanan anda. Pastikan gambarnya jelas dan terlihat profesional.
  4. Gunakan Tajuk dan Grafik Yang Menjadi Perhatian Audiens Anda
    Pembaca rata-rata membutuhkan waktu kurang dari 5 detik untuk melihat sampul brosur penjualan dan memutuskan untuk membacanya atau tidak. Jika judul atau gambar anda di sampul brosur anda membosankan, hanya sedikit penerima yang mau repot-repot membukanya.
  5. Jadikan Brosur Anda Terlihat Profesional
    Sekalipun brosur anda ditulis dan di desain dengan baik, brosur itu tidak akan mendapat banyak tanggapan jika dirancang dengan buruk. Tata letak halaman yang membingungkan, ketik yang terlalu besar atau terlalu kecil, terlalu banyak font yang berbeda atau terlalu banyak warna berbeda pada suatu halaman semua dapat membuat brosur dan bisnis anda terlihat tidak profesional. Jika anda mendesain brosur sendiri, anda dapat memberikan brosur dan selebaran tampilan profesional dengan menggunakan templat desain gratis. Kini telah banyak layanan di internet yang memudahkan kita untuk mendesain brosur, terlebih lagi ada beberapa diantaranya yang juga menyediakan jasa cetak brosur online agar anda tidak perlu repot repot keluar rumah.
  6. Fokus Pada Keterbacaan
    Jangan menyulitkan orang untuk membaca brosur anda. Jenis abu-abu pada latar belakang putih dan jenis gelap pada latar belakang gelap akan membuat brosur tersebut sulit dibaca. Begitu juga halaman yang memiliki banyak teks dan tipe kecil. Memecah blok tipe dengan headine dan ruang putih akan sangat baik.
  7. Singkirkan Risiko
    Setelah anda membangun keinginan untuk memiliki apa yang anda jual, anda masih bisa kehilangan penjualan jika pelanggan memiliki kekhawatiran tentang pembelian dari anda. Untuk meredakan ketakutan pelanggan, sertakan jaminan uang kembali atau refund.

Related posts